Sebenarnya DT punya banyak lagu, total album yang udah dirilis kalo ga salah udah 20 album termasuk album studio dan album live.
Bisa dikatakan hampir semua lagu DT saya suka! Tapi yang namanya yang paling disuka harus ada kan yah. Nah setelah dipilih2 akhirnya kepilih 12 lagu DT yang paling disuka.
Eh tapi skali lagi ini versi saya ya. Harap maklum kalo agak subjektif, ya namanya juga versi pribadi. Parameter penilaiannya bisa dari karakter lagu, tingkat keseringan diputer di playlist, melodinya, liriknya, arti lagunya, sampe yang berkaitan sama saya sendiri.
Oke dimulai dari nomor 12 dulu ya sampe nantinya No.1 yang paling the best.

12. In the Name of God (Train of Thought, 2003)


Nih lagu dari albumnya DT yang Train of Thought. Dari album ini banyak lagu yang bagus tapi ini yang paling oke kayanya. Btw dari judulnya mungkin orang ngira ini lagu berbau religi satu ajaran tertentu kali ya, tapi sebenernya engga. Ini lagu juga rada kontroversi soalnya banyak yang menuding lagu ini memojokkan salah satu ajaran tapi menurutku sih engga, intinya lagu ini ngajarin kita supaya jangan ngikutin ajaran palsu / ajaran sesat.
Dari awal ampe akhir melodinya saya suka, bagus bgt, ketukan drum MP luar biasa, melodi gitar JP juga oke dan full bgt dari awal ampe akhir. Top deh!
Lirik favorit:

Listen when the prophet speaks to you killing in the name of God.
Passion twisting faith into violence In the name of God”

11. Surrender to Reason (Dream Theater, 2013)
Lagu berikutnya ada di album terbarunya DT yang Dream Theater. Lagu ini rasa progresif nya kental bgt, rasa old school nya juga kerasa. Trus lagu berdurasi cuman 6 menit ini enak didenger. Kalo arti dari lagu ini saya belum nemu sih ya, soalnya jujur aja lagu2 DT itu susah buat ditangkap maknanya jadi daripada salah persepsi ya kan.
Perhatikan menit 4:35 sampai habis, ini yang paling saya suka! ya di bagian reff nya lebih tepatnya.
Potongan lirik:

“Love show the way, alter my state of mind
Wash away the sorrow
Grace lead the way
When boundaries are found
Surrender to reason
Restless angels
Help me find my way
Restless angels
Help me find my strength”

 

10. Wait for Sleep (Images and Words, 1992)


Siapa bilang DT ga bisa bikin lagu slow? Lagu ini salah satu buktinya. Lagu ini diambil dari album keduanya DT “Images And Words” dimana menurutku ini adalah album terbaiknya DT setelah Metropolis Pt.2: Scene From A Memory. Semua lagu-lagu di album ini ga ada yang ga bagus. Dari judulnya mungkin orang ngira ini lagu buat tidur kali ya, dan memang sih melodi dan musiknya enak didengar sebelum tidur. Yang bikin lagu ini enak adalah alunan piano dari ex-keyboardist nya DT oom Kevin Moore, dan dia juga yang nulis lagu ini. Lagu ini termasuk salah satu lagu DT yg singkat, cuman 2 menit 31 detik! Saran kalo mau tidur, coba dengerin nih lagu.

9. Octavarium (Octavarium, 2005)

Octavarium
Pernah denger lagu durasi 24 menit gak? Ada gak sih? Jawabannya ada! Lagu ini luar biasa, wow durasinya 23 menit 56 detik. Kalo orang2 bilang sih: “ngapaen aja tuh lagu? gak bosen apa?” Saya sih nyantai aja malah nikmatin bgt lagu ini. Pernah dulu saya puter lagu ini di mobil trus yang lain pada komplen: “nih lagu apa sih? serem amat intronya”. “buset ga kelar2 nih lagu? udah 5 menit baru intro doang!” dan lain sebagainya dan lain sebagainya.
Lagu Octavarium ini diambil dari album yang sama dengan judulnya, ya Octavarium juga. Gak semua orang bisa suka lagu ini, banyak yg bilang aneh tapi saya ya suka. Intronya asik, di bagian pembuka slow dulu lalu di tengah masuk vokal, lalu masuk melodi dan tempo mulai kencang, baru di akhir lagu tempo melambat lagi sampai habis. Superb!
O iya sebagai tambahan aja, karna durasi lagu ini panjang saya sering dengerin lagu ini sambil lari pake app Nike+ dan saya jadiin patokan mulai dari awal ampe akhir lagu saya harus bisa 2 puteran ngelilingin monas (+/- 3.4 km), cupu? ya begitulah

8. Bridges In The Sky (A Dramatic Turn of Events, 2012)


Saya suka paduan suara, ya walo sadar kualitas suara saya pas-pasan tapi saya suka paduan suara. Mungkin ini jugalah alasan yang bikin saya suka lagu ini, ada sedikit potongan choir yang dimasukin ke lagu ini tepatnya di bagian intro. Di intro pada awalnya terdengar semacam suara “Shaman” plus backsound mistisnya, lalu masuk deh choir (ga tau lagu apa) sebagai penyeimbang lagu sekaligus penambah kesan mistis, lalu di menit 1:48 baru deh dihentak dengan all personil DT seolah-olah mau nunjukin “menu utama” dari lagu ini. Cadassss! Walo orang lain berkomentar lagu serem, merinding dengernya, ato apalah. I don’t care.

“And at last the time has come
To unite again as one
To the power of the Earth I’m calling
Crossing bridges in the sky
On a journey to renew my life
Shaman take my hand”

 

7. Sacrificed Sons (Octavarium, 2005)
Satu lagu lagi dari album Octavarium, Sacrificed Sons! Lagu ini bercerita tentang kejadian 9/11 di Amerika tahun 2011 yang lalu. Gak semua lagu sedih itu harus lagu yang slow, buktinya lagu ini sebenernya sedih bgt. Coba maknai liriknya sambil dengerin melodinya, dalemmm. Bukti juga bahwa DT peduli dengan kejadian yang menimpa kita, dengan menulis lagu ini.

“Who would wish this on our people
And proclaim That His will be done
Scriptures they heed have misled them
All praise their Sacrifice Sons”

 

6. Funeral For A Friend / Love Lies Bleeding (A Change of Seasons, 1995)


Ada beberapa lagu yang dicovered sama DT dan dimasukin ke dalam albumnya, salah satunya ya lagu ini: Funeral For A Friend / Love Lies Bleeding. Lagu ini originalnya adalah lagunya Elton John sekitar tahun 70an yang jadi lagu pembuka di albumnya yang Goodbye Yellow Brick Road.
Pada awalnya saya sempat bingung ini lagu tentang apa ya, judulnya kok tentang funeral, rada serem sih. Setelah dicari2 ternyata lagu ini pada awalnya terdiri dari 2 bagian makanya judulnya ada 2, rada aneh sih tapi justru ini yang membuat lagu ini beda. Yang pertama: Funeral For A Friend, jadi lagu ini ditulis Elton John karena dia pengen lagu yang bisa diputar pada saat hari kematiannya, bisa didenger di intro awalnya yang memang penuh dengan alunan organ khas lagu-lagu gerejawi (seperti lagu kematian). Yang kedua: Love Lies Bleeding, nah ini saya kurang pasti tau ya tapi menurut saya Love Lies Bleeding ini lebih ke isi lagunya karena setelah dicermati liriknya memang erat kaitannya dengan Love Lies Bleeding itu sendiri. Jadi kalo dicermati liriknya lagu ini tentang kekecewaan seorang pria yang dikhianati oleh kekasihnya dan diakhiri dengan penyesalan.
Coba dengerin lagu ini deh, versi Elton John dan DT hampir sama, bedanya DT bawain lebih “rock” tapi aslinya lagu ini memang progresif. Bisa didengar di intro yang slow ditambah alunan organ, trus alunan piano yang slow lalu tiba2 cepat, lalu slow lagi, gitar masuk, vokal masuk, lalu tempo pun konstan sampai akhir lagu. Top deh lagu ini.

“And love lies bleeding in my hand
Oh it kills me to think of you with another man
I was playing rock and roll and you were just a fan
But my guitar couldn’t hold you so I split the band
Love lies bleeding in my hands”

 

5. The Count of Tuscany (Black Clouds and Silver Linings, 2010)
Edan lagu kok 19 menit!” Ya begitulah kalo kata orang soal lagu2 DT termasuk lagu ini.
Lagu ini cerita tentang masa kecilnya JP (Petrucci) waktu di rumah neneknya di Tuscany (Toskana), Italia. Ya memang JP ada darah Italia, lupa antara dari ayah ato ibu nya. Jadi di lagu ini cerita tentang masa-masa kecil JP pas disana, lebih ke cerita sedih sih tapi saya kurang tau pasti detilnya.
Bisa dibilang ini salah satu intro lagu terbaiknya DT, lagu ini diawali dengan alunan gitar yang slow dan enak didengar, tempo naik turun ciri khas DT bgt, dan klimaksnya lagu ini ada di akhir menurut saya di menit ke 16:51, bikin merinding!

“Tell about my brother
Tell them about me
The Count of Tuscany…”

 

4. Scene Eight: The Spirit Carries On (Metropolis Pt.2: Scenes From A Memory, 1999)


Pasti semua orang tau lagu ini. Memang gak semua orang kenal dengan DT, tapi kalopun ada orang yang “hanya” kenal (bukan ngefans) sama DT, pasti lagu ini wajib tau! Karena memang lagu inilah yang paling dikenal dan difavoritin sama orang-orang. Banyak yang bilang lagu ini lagu the best nya DT, tapi menurutku engga karna masih banyak lagi lagu-lagunya yang mantap.
Justru yang bikin saya miris, orang banyak yang salah kaprah sama lagu ini. Hanya karena lagu ini terkenal lalu mereka cermati liriknya dan simpulkan: lagu ini hebat, enak, liriknya dalem, dan yang terutama adalah lagu ini membuat kita lebih semangat dalam menjalani hidup karena setelah kematian masi ada kehidupan yang lain, malah ada yang merohanikan.
Oke mari saya koreksi. Kalau soal lagu hebat, lirik dalem, enak didengar okelah. Tapi yang mau saya tekankan itu arti lagunya, hey ini bukan lagu tentang itu, bukan tentang orang mau mati demi org yg dicinta, bukan tentang supaya gak takut menghadapi kematian, salah besar! Karena lagu ini sejatinya adalah klimaks dari album itu sendiri (Metropolis Pt.2: Scenes From A Memory). Lah apa pula itu? Pasti banyak yang nanya, ya kalo saya jelasin nanti jadi panjang sendiri jadi mending saya bahas lebih rinci nanti di postingan tentang album ini.
Kenapa? Karena album DT yang ini sangat sangat sangat spesial! Superb! Ga ada duanya! Saya sendiri sampe heran kenapa mereka bisa bikin album sehebat ini. Ini adalah album terbaik mereka versi saya. Jadi album ini kalau diurutkan semua lagunya, semuanya punya keterkaitan satu sama lain dan kalau digabungkan jadilah sebuah cerita. Malah kalo saya bilang bisa dibikin film.
Oke back to topic, lagu ini bercerita tentang klimaks dari kisah Nicholas (cowok yang dibayang2i sama Victoria Page) bahwa selamanya Victoria akan membayangi Nicholas seolah2 mau nunjukin tabir dibalik kematian Victoria, dan kehidupan manusia belum berakhir walaupun ada kematian. Oke stop sampai disini, karna kalo diterusin pasti bakal lanjut ke lagu yang lain dimana lagu itulah lagu terbaiknya DT menurut saya, bukan lagu ini.

3. Pull Me Under (Images and Words, 1992)
Pull me under, pull me under, pull me under I’m not afraid!
Satu lagu lagi dari album Images and Words, lagu yang pasti udah dikenal sama fans DT. Ya ini salah satu lagu terbaik mereka, dan lagu yang saya sering putar tentunya. Padahal dulunya lagu ini gak terlalu diperhitungkan pas launching album Images And Words, waktu itu yang ditonjolkan lagu Take The Time tapi orang-orang justru suka sama lagu Pull Me Under. Ya itulah sejarah singkatnya, lagu ini salah satu lagu DT yang paling terkenal, paling banyak dicover, dan udah jadi lagu wajib dibawakan pas DT konser.
Progresifnya kerasa, intronya yang rada gothic trus ketukan drum MP (Mike Portnoy) yang mantap buat lagu 8 menit ini berasa komplit.
Oh ya ada 1 hal yang agak ganjil kalo saya perhatikan yaitu di outro nya lagu ini, perhatikan deh lagunya seperti kepotong dan tiba-tiba berhenti. Banyak yang bilang ini kesalahan DT pas rekaman, tapi menurutku kalo emang salah kenapa tetap diproduksi? Pasti ada alasannya, ga tau kenapa, masih penasaran? Ya!

2. The Best of Times (Black Clouds and Silver Linings, 2010)


Ini memang bukan lagu utama di album Black Clouds and Silver Linings, tapi inilah lagu terbaik DT di album tersebut menurutku. Sekali lagi, walaupun DT band aliran progresif metal bukan berarti lagu mereka sembarangan dan gak bisa buat lagu yang nyentuh. Lagu ini salah satunya, so so touching!
Lebih ke pengalaman pribadi sih ya sebenarnya, tapi memang lirik lagu ini begitu dalam. Ditujukan buat sang ayah tercinta yang sudah tiada. Lagu ini ditulis oleh JP & MP, lalu sebenarnya lagu ini adalah curhatan dari MP sendiri yang bisa kita lihat dari liriknya, kesedihan MP sepeninggalan ayahnya hampir tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Bagi beberapa orang, mendengar lagu ini (apalagi yang punya pengalaman serupa) bisa buat galau karena memang lagu ini sangat menyentuh. Saking spesialnya, lagu ini tak pernah DT bawakan pada saat konser karena bagi MP lagu ini terlalu emosional untuk dimainkan!
Kalau bisa dibandingkan, lagu ini mirip dengan November Rain by Guns n Roses dimana klimaksnya ada di ending nya. Di awal lagu ini sudah menunjukkan tempo slow dan melodi sedih, lalu tiba2 tempo berubah cepat dan riang diiringi alunan gitar JP yang nunjukkan masa2 bahagia anak bersama dengan ayahnya, lalu tempo berubah lambat dan melodi sedih nunjukkan pada saat anak terima kabar bahwa ayahnya sudah tiada, lalu diakhiri dengan melodi gitar JP yang khas dan menyayat hati semakin menunjukkan betapa sedihnya perasaan anak ketika ditinggal ayahnya. Luar biasa ending nya!
Potongan lirik terbaiknya:

“These were the best of times, I’ll miss these days
Your spirit lit my life each day
My heart is bleeding bad but I’ll be okay
Your spirit guides my life each day”

 

1. Scene Nine: Finally Free (Metropolis Pt.2: Scenes From A Memory, 1999)


Mungkin banyak orang berpendapat bahwa lagu DT yang the best itu The Spirit Carries On, tapi menurutku justru lagu inilah yang terbaik. Ya karena Finally Free menceritakan akhir dari “kisah” yang ada di album Metropolis Pt.2: Scene From A Memory, sekaligus menguak tabir dari kematian Victoria, Edward yang merupakan kekasih Victoria cemburu dengan Julian lalu membunuhnya dengan pistol setelah itu Edward juga membunuh Victoria. Lalu di akhir lagu, Nicholas yang sedang menjalani terapi tiba-tiba ditembak oleh terapis dengan cara yang sama dengan kematian Victoria. Nah pertanyaannya: Nicholas terapi atau reinkarnasi? We’ll never know. Begitulah sosok Nicholas di masa kini (1999) yang “menyatu” lewat regression therapy dengan Victoria yang tewas di tahun 1928. Kalo ceritanya cocok dibikin jadi film menurut saya ya.
Dari komposisi lagu juga saya suka, di intro ada suara terapis yang lagi jalani terapi ke Nicholas, lalu dibuka dengan petikan gitar slow JP yang pas bgt buat pembuka lagu ini. Sampe di akhir lagu terdengar langkah kaki terapis sambil bilang: “Open your eyes, Nicholas!“, lalu Dorrr!