belakangan ini gue sering perhatiin doa-doa orang disekitar, terutama doa-doa pada saat upacara kematian (pada saat berkabung), dari semua ajaran gue uda pernah dengar dan yang buat heran adalah doa dr ajaranku sendiri yg kunilai ‘ga pantas’. sedih emang dengar mereka doa kaya gitu, tp ya mungkin masih sedikit dari mereka yg tau akan hal ini. yang gue maksud adalah doa yang isinya mendoakan orang yg sudah meninggal agar diterima di sisi Tuhan/ diberikan tempat yg layak. ini tentu saja melanggar ajaran Protestan, di ajaran Protestan ini ga boleh. lain hal di ajaran lain spt ajaran Islam n ajaran Katolik.

kenapa? menurut gue alasannya sederhana, yaitu hubungan antara orang hidup dan mati itu ga ada sama sekali, jd ga akan ada gunanya kita mendoakan org mati supaya masuk surga.
tapi setelah gue diskusi ama seorang pendeta yg kebetulan adalah pelatih paduan suara kami (PSM Del), gue dapat beberapa pencerahan yang sangat jelas mengapa mendoakan orang mati itu tidaklah benar.
Beliau menjelaskan bahwa di dalam ajaran Protestan, hanya Yesus satu2nya juruselamat, sebagaimana tertulis di Yohanes 14:6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Itu artinya tidak seorangpun menjadi jaminan penyelamat bagi orang lain selain Yesus. Keselamatan yang dimaksud adalah berada bersama Bapa di kerajaanNya. jadi urusan seseorang diterima di Surga atau tidak bukan urusan kita atau keluarga orang yang sudah meninggal. Melainkan, kita secara iman mempercayai bahwa seseorang selamat krn imannya, bukan karena topangan doa orang lain. selain itu dalam Kejadian 1, tentang penciptaan manusia, bahwa nafas/nyawa adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. itu sebabnya dalam kekristenan, dagingnya akan jadi abu/debu/tanah (bangkai), namun nafasnya kembali ke Allah sebagai sang pencipta. dalam pengkhotbah 12 juga disebutkan bahwa tidak ada hubungan antara orang hidup dengan orang mati (ini sama dengan pendapat gue diatas).
Jadi tidak mungkin kita mendoakan orang yang sudah meninggal supaya diterima disisiNya dengan harapan dia akan diterima, karena bukan kita yang menjadikan dia masuk surga atau tidak. berbeda dengan teologi Islam yang menekankan pahala dan amal, dan doa2 dari keturunan yang sdh meninggal sebagai jalan selamat ke Surga. Katolik juga demikian, karena dalam alkitab Katolik (khususnya deuterokanonika, yang protestan nggak punya) ada ajaran bahwa klo seseorang mati, maka singgah dulu di api penyucian. di api pencucian ini, seseorang itu disaring lagi kualitasnya, jadi ketika orang meninggal maka kepastian dia apakah masuk surga atau tidak masih belum jelas dan doa dari kerabat berperan dalam pahala dan amalnya. dan ini yang mereka doakan dalam sakramen kematian. Umat protestan tidak mengimani demikian. seseorang masuk surga atau neraka bukan urusan manusia melainkan Allah sendiri lewat iman pada Kristus.

jadi sudah jelas bahwa orang Protestan sangatlah tidak boleh mendoakan orang yang sudah meninggal. cukuplah kita mendoakan keluarganya yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan penghiburan.
demikian pendapat gue🙂