Lagu “Gaudeamus” telah menjadi lagu tradisional para mahasiswa selama dua ratus tahun dan masih diperdengarkan sampai hari ini saat para Guru Besar memasuki ruangan saat upacara wisuda. Menurut sejarah, lagu “Gaudeamus” dinyanyikan oleh para mahasiswa pada abad pertengahan saat mereka sedang minum-minum karena hidup mereka yang bebas dan tanpa beban.

Gaudeamus Igitur (Christian Wilhelm Kindleben, 1748)

Gaudeamus igitur,
Iuvenes dum sumus;
Post iucundam iuventutem,
Post molestam senectutem
Nos habebit humus,
Nos habebit humus.

Ubi sunt, qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos,
Transite ad inferos,
Ubi iam fuere,
Ubi iam fuere.

Vita nostra brevis est,
Brevi finietur;
Venit mors velociter,
Rapit nos atrociter;
Nemini parcetur,
Nemini parcetur.

Vivat academia,
Vivant professores,
Vivat membrum quod libet,
Vivant membra quae libet;
Semper sint in flore,
Semper sint in flore.

Vivat et respublica
Et qui illam regit,
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas,
Quae nos hic protegit.

Vivant omnes virgines,
Faciles, formosae,
Vivant et mulieres,
Tenerae, amabiles,
Bonae, laboriosae.

Pereat tristitia,
Pereant osores,
Pereat diabolus
Quivis antiburschius,
Atque irrisores.

Berikut arti dari lagu Gaudeamus Igitur (sumber http://id.wikisource.org/wiki/De_Brevitate_Vitae)

Karena itu bersukacitalah, selagi kita masih muda
Setelah masa muda yang menyenangkan
Setelah masa tua yang menyusahkan
Kita akan mati (harfiah: tanah akan memiliki kita)

Dimanakah mereka yang ada di dunia sebelum kita?
Pergilah ke surga,
Atau menyeberanglah ke neraka,
Jika kau ingin melihat mereka.

Hidup kita sungguh singkat, akan berakhir dengan singkat
Kematian datang seketika
Mencengkeram kita tak pandang bulu
Tak seorang pun yang akan dilewatkannya

Jayalah Akademiku, Jayalah para pengajarnya
Jayalah setiap anggotanya
Jayalah seluruh anggotanya
Semoga mereka selalu berkembang.

Jayalah republik maupun dia yang memimpinya
Jayalah masyarakat kita
Serta kemurahan hati sang dermawan,
Yang melindungi kita di sini.

Jayalah semua perawan yang berbudi dan rupawan,
Jayalah para wanita
Yang lembut, patut dicintai,
Jujur, dan rajin.

Hapuskan kesedihan, hapuskan kedengkian
Binasalah si Iblis,
Biarlah siapapun yang menentang sekolah kita
dan melecehkannya, binasa!

so….
Gaudeamus Igitur, Iuvenes dum sumus😀