Dengan suara yang kauberikan, Danau Toba bisa terpilih sebagai satu
dari tujuh keajaiban dunia 2008, dan itu berdampak positif bagi
kunjungan wisata ke Danau Toba.
Ayo berikan suaramu mendukung Danau Toba sebagai salah satu keajaiban
dunia 2008. Jangan lagi kita ?dipermalukan? setelah candi Borobudur
yang megah itu tersingkir sebagai keajaiban dunia pada 2007 karena
minimnya dukungan suara.
Tahun ini The New7Wonders Foundation kembali menggelar pemilihan ?7
keajaiban alam?. Dari 77 nominator yang sudah ditetapkan akan dipilih
tujuh sebagai jawara. Terdapat tiga tempat tujuan wisata di Indonesia
yang masuk ke dalam 77 nominasi itu: Danau Toba [Sumut], gunung
Krakatau [Banten], dan Taman Nasional Komodo [NTT].

Pemilihan dilakukan secara online lewat Internet. Seluruh warga dunia
diajak memilih favoritnya di situs new7wonders.com. Pemilih harus
lebih dulu mengisi formulir pendaftaran di situs tersebut, memasukkan
email yang benar untuk kemudian diverifikasi, barulah dipersilakan
memilih tujuh dari 77 nominasi. Pemilihan berdasarkan benua: Afrika,
Asia, Eropa, Oceania, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Klik di sini untuk memilih Danau Toba sebagai 7 keajaiban alam

Di sana akan terlihat tujuh kolom untuk kaupilih. Pada kolom pertama
sudah ditandai benua Asia dengan nominasi Lake Toba [Indonesia]. Pada
enam kolom selanjutnya kau bisa memilih benua yang sama, Asia
misalnya, tapi dengan nominasi berbeda. Jadi tidak diperbolehkan
memilih Danau Toba lebih dari satu kali. Saranku, selain memilih Danau
Toba, jangan lupa memilih Asia >> Komodo National Park [Indonesia] dan
Asia >> Krakatau, volcanic islands [Indonesia]. Pemberian suara via
Internet ini akan dibuka sampai Desember 2008, dan hasilnya diumumkan
Januari 2009.
* Sebarkan kabar ini kepada teman-temanmu yang memakai Internet,
supaya mereka menyumbangkan suaranya untuk memilih tiga nominasi dari
Indonesia. Klik KIRIM ARTIKEL INI KE TEMAN yang terdapat di bawah
kotak pencari Google.
* Dengan memilih Danau Toba lewat Internet, maka kita, para netter,
telah memberikan sumbangsih nyata untuk memajukan pariwisata Sumatera
Utara yang sudah sepi sejak masa Reformasi. Sekaligus juga kita
menunjukkan bahwa tidak tepat kalau ada yang mengatakan aktivitas
berinternet cuma buang-buang waktu dan tidak bermanfaat.